Mencari Dunia Jangan Sampai Salah Niat: Refleksi untuk Menjadi Muslim yang kelak akan mempunyai wajah bercahaya seperti rembulan
- Rabu, 22 Januari 2025
- SD Zaha Genggong Mencari Rizki
- Admin SD Zaha
- 0 komentar
Dalam kehidupan sehari-hari, kita semua berusaha mencari nafkah demi mencukupi kebutuhan hidup, baik itu untuk diri sendiri maupun untuk keluarga. Namun, apakah kita sudah benar-benar menjaga niat dalam setiap usaha yang kita lakukan? Hal ini menjadi perhatian penting yang disampaikan oleh Ustadz Mukhtar Kamal, M.Pd, dalam pengajarannya yang mengutip dari kitab Hilyatul Auliya' Juz 8. Melalui pengutipan hadis ini, beliau mengingatkan kita untuk tidak salah dalam berniat ketika mencari dunia.
Dalil tentang Mencari Dunia dengan Niat yang Benar
Dalam kitab Hilyatul Auliya' Juz 8, terdapat sebuah hadis yang mengungkapkan dua kondisi orang yang mencari dunia, yaitu rejeki halal. Hadis tersebut berbunyi:
من طلب الدنيا حلالا استعفافا عن المسئلة و سعيا على أهله و تعطفا على جاره بعثه الله يوم القيامة ووجهه مثل القمر ليلة البدر ومن طلبها حلالا متكافرا لها مفاخرا لقي الله وهو عليه غضبان
Artinya: "Barangsiapa mencari dunia (rejeki halal) agar terjaga dari meminta-minta dan agar bisa mencukupi kebutuhan keluarganya serta berbaik hati dengan tetangganya, maka Allah akan membangkitkannya pada hari kiamat dan wajahnya bersinar seperti bulan purnama. Dan barangsiapa mencari dunia (rejeki halal) hanya untuk memperkaya diri atau hanya untuk pamer (berbangga-bangga), maka Allah akan menemuinya pada hari kiamat sedang Allah murka kepadanya."
Dua Jenis Niat dalam Mencari Dunia
Hadis ini menggambarkan dua kondisi yang sangat penting dalam mencari dunia. Ada dua macam niat yang perlu kita perhatikan:
- Mencari Dunia dengan Niat untuk Kebaikan
Orang yang mencari dunia dengan niat untuk menjaga diri dari meminta-minta, memenuhi kebutuhan keluarga, dan berbuat baik kepada tetangga, akan mendapatkan pahala yang sangat besar dari Allah. Allah menjanjikan bahwa orang tersebut akan dibangkitkan pada hari kiamat dengan wajah yang bersinar seperti bulan purnama. Ini menunjukkan bahwa niat untuk memberi manfaat kepada keluarga dan sesama, serta menjaga diri dari ketergantungan kepada orang lain, merupakan niat yang mulia dan diterima oleh Allah. - Mencari Dunia untuk Kebanggaan dan Kesombongan
Sebaliknya, jika seseorang mencari dunia hanya untuk memperkaya diri, bermegah-megah, atau untuk tujuan pamer (seperti berbangga-bangga dengan kekayaan), maka Allah akan menemuinya pada hari kiamat dalam keadaan murka. Niat seperti ini tidak hanya menjauhkan seseorang dari keberkahan Allah, tetapi juga membawa kemarahan-Nya. Mencari rejeki dengan niat yang salah akan menuntun pada kesia-siaan di akhirat.

Penekanan dari Ustadz Mukhtar Kamal
Ustadz Mukhtar Kamal, M.Pd, yang saat ini aktif mengajar sebagai Guru Keagamaan di SD Zainul Hasan Genggong Probolinggo, menekankan bahwa sebagai umat Islam, kita harus memastikan bahwa niat kita dalam mencari rejeki adalah semata-mata untuk Lillahi Ta'ala (hanya karena Allah). Niat yang ikhlas untuk mencari rejeki halal, bukan untuk kesombongan atau pamer, akan membawa berkah dalam hidup dan mendapatkan pahala yang besar. Dengan niat yang benar, usaha kita akan menjadi ibadah yang diterima oleh Allah dan mendatangkan kebaikan bagi diri kita dan orang lain.
Kesimpulan
Mencari dunia adalah bagian dari kebutuhan hidup, namun yang jauh lebih penting adalah menjaga niat kita dalam setiap langkah usaha. Niat yang ikhlas dan benar akan membawa kita pada keberkahan, baik di dunia maupun di akhirat. Sebagai seorang Muslim, kita diajarkan untuk mencari rejeki dengan tujuan yang mulia, yaitu untuk menjaga diri, memenuhi kebutuhan keluarga, dan berbuat baik kepada sesama. Jika kita menjaga niat kita, maka Allah akan memberikan balasan yang terbaik, baik di dunia maupun di akhirat.
Semoga kita semua diberi kekuatan untuk selalu mencari rejeki dengan niat yang benar, Lillahi Ta'ala, dan senantiasa menjaga keikhlasan dalam setiap usaha kita.
